Rabu, 13 November 2013

Ide Kreatif

Berpikir Kreatif, Solusi Dari Masalah

Diceritakan, Nasarudin Hoja, dipanggil oleh Raja untuk menerima tantangan Raja. Seperti biasa, taruhannya adalah 100 kali cambuk bila Hoja tidak dapat memecahkan teka-teki atau pun tantangan yang diberikan oleh Raja. Sebaliknya Hoja akan menerima 100 keping emas bila dapat memecahkannya. Bertempat di taman terbuka, Raja mengundang seluruh rakyatnya untuk menyaksikan ‘pertarungan’ ini.
Hoja datang tepat waktu dan menghormat Raja dengan takzim. Dengan berdebar Hoja menunggu tantangan apa kiranya yang harus dia selesaikan.

Tepat di tengah-tengah taman, telah tersedia sebuah meja yang di atasnya terdapat sebuah bejana kecil bermulut langsing (seperti botol) berisi penuh dengan air. Tantangannya adalah, Hoja harus meminum air dalam bejana tersebut sampai habis tanpa menyentuh, mengangkat dan menumpahkan isi bejana tersebut

Bukan hanya Hoja yang berdebar-debar mendengar tantangan ini, tetapi seluruh rakyat yang menyaksikan tantangan ini pun ikut berdebar, apalagi mengingat hukuman Raja bila Hoja sampai kalah dalam tantangan ini. Tapi bagaimana mungkin Hoja memenangkannya? Hoja bukanlah penyihir yang dapat menyihir dirinya menjadi kecil untuk dapat masuk ke dalam bejana lalu meminum airnya. Hoja juga bukanlah cenayang yang dapat meminum air dalam bejana hanya melalui pikirannya.

Hoja pun berpikir keras untuk memecahkan tantangan Raja. 100 kali hukum cambuk terngiang di benaknya dan makin mencambuk pikirannya untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, bukan Hoja kalau tidak mampu memecahkan tantangan Raja. Dengan hormat, Hoja menghadap Raja dan mohon berjalan ke pinggir taman serta memohon ijin untuk memetik tanaman yang ada disekitar taman. Dengan senyum kemenangan yang terbayang, Raja mempersilakan Hoja untuk melakukan usahanya.

Sekembalinya, Hoja membawa selembar daun pisang, dengan perlahan dia menuju ke tengah taman di mana meja tempat bejana berada. Dengan perlahan pula, hoja mulai menggulung lembaran daun pisang tersebut menjadi gulungan kecil seperti pipa, dan memasukkannya ke dalam bejana melalui mulut bejana yang kecil hingga sampai ke dasar dan ujung gulungan daun pisang itu tersisa sekitar 3 jari. Kemudian, dengan sedikit merunduk, Hoja mulai meminum air dalam bejana dengan menggunakan gulungan daun pisang yang telah berfungsi menjadi pipa tersebut.

Dan tak diragukan lagi, dalam waktu tidak lebih dari 5 menit, Hoja telah berhasil menghabiskan air dalam bejana tersebut.

Dengan rendah hati, Hoja menghadap Raja. Hulu balang Raja memeriksa bejana, mengangkatnya dari atas meja dan mengarahkan mulut bejana ke bawah guna memastikan tidak ada lagi air yang tersisa. Seketika rakyat bersorak dan bertepuk tangan melihat ‘kecerdasan’ Hoja yang berhasil mengalahkan tantangan Raja.

Sekali lagi, Hoja berhasil!

Seperti dalam sebuah film seri yang ditayangkan tahun 90-an, yang sekarang ditayangkan ulang di stasiun TV berkabel, Mac Giver adalah seorang biasa yang yang penuh dengan ide-ide kreatif. Dengan idenya yang kreatif, Mac Giver mampu menciptakan peralatan yang canggih untuk melawan musuh atau membebaskan diri. Dimana pun dia berada selalu dapat menggunakan bahan-bahan di sekitarnya untuk menyelesaikan masalahnya. Apakah itu di gudang, di lab, bahkan di terowongan bawah tanah.

Kondisi yang kita hadapi sehari-hari tidak beda dengan yang dialami Mac Gyver ataupun Nasarudin Hoja, hanya mungkin kondisi ‘kritis’ yang kita alami tidaklah se-ekstrim yang mereka alami.

Dimulai dari saat kita berangkat kerja, di perjalanan, mulai mengoperasikan komputer sampai menjelang pulang, pasti kita dihadapkan pada banyak masalah. Sebagain ada yang dapat kita selesaikan. Namun tidak jarang, masalah-masalah tersebut berlalu begitu saja tanpa terselesaikan dan akan muncul kembali keesokan harinya.

Lalu, bagaimana caranya agar kita mampu menemukan solusi dari setiap permasalahan dan tidak membuatnya menjadi masalah yang berlarut-larut?

Mencarinya!

Seperti Hoja dan Mac Gyver, mereka tidak tinggal diam menunggu masalah terselesaikan dengan sendirinya atau melewatkannya begitu saja. Mereka berpikir keras dan mencari cara, apa yang bisa mereka lakukan untuk keluar dari masalah.

Nah, proses pencarian inilah yang mungkin disebut sebagai proses berpikir kreatif. Proses yang mampu menghasilkan ide-ide baru yang mungkin saja salah satunya dapat menyelesaikan masalah.

Artinya sebuah ide dihasilkan dari sebuah proses, bukan datang dengan tiba-tiba. Seberapa pun singkatnya proses itu.

Salah satu cara dapat dilakukan melalui proses Brainstorming.

Ide kreatif menjual teh dalam botol bahkan menjual air putih dalam kemasan, adalah ide brillian yang tidak datang begitu saja, tetapi banyak hal yang melatarbelakangi munculnya ide tersebut. Pada permulaannya pun ide tersebut dipandang sebagai ide yang aneh. Namun, lambat laun menjadi sebuah usaha yang bernilai milyaran rupiah. Dan saat keberhasilan diraih, orang lain pun meniru usaha tersebut. Bener kata ‘tag line’ salah satu iklan “.....others can only follow.....”

Jadi, ide sedotan (limun) pun adalah ide kreatif yang tercipta tidak secara kebetulan. Tetapi lahir dari proses penyelesaian masalah. Dan seringkali ide kreatif memang terlahir dari proses penyelesaian suatu masalah.

Namun jangan salah, menemukan ide kreatif bukanlah hal yang mudah. Mencari dan mencoba lagi dan lagi adalah langkah terbaik dalam usaha menemukan solusi. Orang bijak berkata, tidak ada kesuksesan tanpa adanya kesalahan dan belajarlah dari kesalahan.

Thomas Alpha Edison telah ribuan kali gagal dalam percobaannya. Namun, dengan tekun dan tetap berpikir kreatif dia dapat mengatasi masalahnya, dan hasilnya kita nikmati sampai saat ini.



Training & Talent Development Manager
TNT Indonesia


0 komentar:

Posting Komentar